Rabu, 03 April 2013
puisi
Aku perlu tahu apakah kau teman sejati ku,
Akankah kau berada di sisiku sampai akhir?
Dapatkah aku memberitahu mu rahasia ku yang mendalam,
dan percaya dalam hati
Tak satupun dari kita tahu kekurangan kita,
yang bisa menerimaku seperti mu..
Akankah kau berada disana ketika ku membutuhkanmu?
Tak peduli seberapa sibuknya aku, selalu ku luangkan waktu untukmu
Apakah kau akan seperti itu juga?
Akan kuhibur dirimu ketika kau menangis,
akankah dirimu akan menenangkanku juga ketika ku bersedih?
Aku tidak akan melupakan apa yang penting bagi mu,
Apakah Kamu ingat apa yang penting bagi ku juga?
Jika Kamu bisa menerima ku seperti yang ku lakukan kepada anda,
maka saya akan tahu bahwa Anda adalah teman paling benar.
http://toppuisi.blogspot.com/2013/04/arti-teman-sebenarnya.html
Ikan gabus di rawa-rawa
Ikan belut nyangkut di jaring
Perutku sakit menahan tawa
Gigi palsu loncat ke piring
Jalan kelam disangka terang
Hati kelam disangka suci
Akal pendek banyak dipandang
Janganlah hati kita dikunci
DMCA Protection on: http://www.lokerseni.web.id/2012/01/pantun-jenaka-kumpulan-pantun-jenaka.html#ixzz2PQ9cUDx5
WISATA ALAM
WISATA ALAM
pada hari jumat siang saya bersama teman-teman saya berencana jalan-jalan menuju suatu wisata alam yang bernama curug cilember.
Curug Cilember berlokasi di daerah Bogor. Tepatnya berada di Desa Jogjogan Kecamatan Cisarua, 20 Km dari Bogor.saya dan bersama teman-teman saya menuju kesana dengan menggunakan sepeda motor.saya bersama teman saya mengendarai motor dari daerah cibinong sekitar 2 jam hingga sampai tujuan wisata yang ingin saya dan teman saya kunjungi yaitu curug cilember . setekah saya dan teman saya sampai di curug cilember,saya lalu memarkirkan motor saya di tempat parkir dan berjalan menuju loket untuk membeli tiket masuk ke dalam curug cilember.
hanya dengan harga tiket yang sanagt terjangkau yaitu sebebsar 13.000,- saya sudah dapat menikmati keindahan air terjun dan udara yang sangat sejuk dan masih bersih
udaranya pun sangat segar dan terhidar dari polusi kendaraan
dan inilah gambar curug cilember yang saya dan teman saya kunjungi.


Setelah saya berfoto-foto dengan teman saya,lalu saya pun berenang dan merendam diri saya di dalam air ,airnya pun sanagt jernih dan dingin sehingga membuat tubuh saya gemetar.setelah saya merasa tidak kuat lagi untuk merendam diri saya lalu saya pun bergegas ke toilet dan segera membilas diri saya di dalam toilet lalu mengganti pakaian saya
setelah itu kami pun makan bersama.dan memakan makanan yang sudah kami bawa dari rumah
Tidak terasa hari pun mulai gelap dan sudah sore kami pun bergegas pulang kembali kerumah
Dan saya bertanya kepada pengunjung lain
“menurut anda bagaimana pendapat anda tentang curug cilember ini”
dan ia pun menjawab “ curug cilember ini sangat indah dan segar cocok sekali untuk menenangkan pikiran dan jiwa saya”
dan saya bersama teman saya pun pulang kerumah masing –masing.
NAMA : FIRNANDO.H.SIANIPAR
NPM :12210816
KELAS :3EA05

Rabu, 20 Maret 2013
IBU
kulihat dari garis kelopak matanya
yang sudah mulai berkerut
dan aku tahu
bahwa dia selalu memperhatikan ku
diwaktu kecil hingga kini
kulihat dari raut wajahnya
yang sudah memulai berkerut
dan aku tahu bahwa dia selalu menasihati ku
diwaktu kecil hingga kini
kulihat dari mahkota diatas kepalanya
yang mulai memutih
dan aku tahu
bahwa dia selalu memikirkan keadaan ku
diwaktu kecil hingga kini
ku bersyukur,engkau menciptakan orang tua
sebagai pembimbing jiwa ini
ku bersyukur padamu
engkau menciptakan orang tua sebagai tempat utama
berbagi hati ini di kala gundah
Minggu, 03 Februari 2013
Theme: Consumer Behavior
CONSUMER BEHAVIOR ANALYSIS IN USE CREDIT CARDS IN
JAKARTA REGION
Risna Sulistyawaty
BACKGROUND The studies
In the era of globalization is to make a transaction, it can be used a variety of
means of payment, ranging from the most traditional, to the way that
most modern. In line with the changing times found ways
The most efficient and effective way to conduct payment transactions that the
using a plastic card or better known as the credit card that is able to
replace the function of money as means of payment. Credit cards can also
used for various purposes that serve as means of payment in cash.
The use of credit cards is felt more safe and practical for all purposes,
as for the purposes of traveling cash, credit cards and even today
can already be used for any form of payment internationally.
Pioneer in the development of the credit card by Citibank Indonesia and
Bank Duta. Today the type of credit cards in circulation are Master Card, Visa Card,
Visa BCA, Dinner Club, Amex Card and other credit cards. Special to
THEOLOGICAL PROBLEM
Life in big cities are full of busy people tend to make
want a fast-paced, simple and practical, including for activities
consumptive. This phenomenon is by the credit card issuing bank as used
reference to offer practicality and safety in the shop. The existence of the card
This credit for some really supportive lifestyle adopted,
so that they spend on almost any purchase of goods or
merit.
RESEARCH OBJECTIVES
This study aims to determine the extent to which the type of credit card use
can predict grouping consumers into user groups and
group rather than credit card users besides what factors are to be
motivate consumers to use and not use a credit card.
RESEARCH METHODOLOGY
Research Methods
In this research study using field (field studies), a
Non Experimental scientific studies that systematically studies the relationship or
correlations and test hypotheses, and conducted in real-life situations
(Kerlinger, 1986).
Types and Sources of Data Research
researchers used a combination of data, namely: primary data
by distributing questionnaires to consumers and secondary data obtained from
several books, previous studies, and from the internet.
DATA ANALYSIS
1. reliability test: to determine whether the data collection tool essentially
shows the level of precision, accuracy, stability or consistency of the tools
in expressing certain symptoms of sekelompk individuals, although done
at different times. In this study the reliability of the technique used
Alpha is Cronnbach
2. validity test: to determine whether the measurement tools that have been developed totally
measure what needs to be measured. Validity test is useful to determine how
carefully perform the functions of a device size. In this study the validity
done by correlating each question by the number of scores
for each variable. Figures obtained by the statistical correlation should
compared with the correlation table critiques values of r (product moment). When r count
> R the table means that the data is valid and fit for use in testing the hypothesis
research. And vice versa if the count r
JURNAL PRILAKU KONSUMEN
Tema : Perilaku Konsumen
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DALAM PENGGUNAAN KARTU KREDIT DI
WILAYAH DKI JAKARTA
Risna Sulistyawaty
LATAR BELAKANG PENILITIAN
Di jaman era globalisasi ini untuk melakukan transaksi, dapat digunakan berbagai
sarana pembayaran, mulai dari cara yang paling tradisional, sampai dengan cara yang
paling modern sekalipun. Sejalan dengan perkembangan jaman ditemukan cara yang
paling efisien dan efektif untuk melakukan transaksi pembayaran yaitu dengan
menggunakan kartu plastik atau lebih dikenal dengan kartu kredit yang mampu
menggantikan fungsi uang sebagai alat pembayaran. Kartu kredit ini dapat pula
digunakan untuk berbagai keperluan yang berfungsi sebagai alat pembayaran tunai.
Penggunaan kartu kredit dirasakan lebih aman dan praktis untuk segala keperluan,
seperti untuk keperluan uang tunai dalam bepergian, bahkan dewasa ini kartu kredit
sudah dapat digunakan untuk segala bentuk pembayaran secara internasional.
Pelopor pengembangan kartu kredit di Indonesia dilakukan oleh Citibank dan
Bank Duta. Dewasa ini jenis kartu kredit yang beredar adalah Master Card, Visa Card,
Visa BCA, Dinner Club, Amex Card dan kartu-kartu kredit lainnya. Khusus untuk
RUMUSAN MASALAH
Kehidupan di kota-kota besar yang penuh kesibukan membuat orang cenderung
menginginkan yang serba cepat, mudah dan praktis termasuk untuk kegiatan yang
bersifat konsumtif. Fenomena ini oleh pihak bank selaku penerbit kartu kredit dijadikan
acuan untuk menawarkan kepraktisan dan keamanan dalam berbelanja. Adanya kartu
kredit ini bagi sebagian orang benar-benar mendukung gaya hidup yang dianutnya,
sehingga mereka memanfaatkan pada hampir semua transaksi pembelian barang atau
jasa.
TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana jenis penggunaan kartu kredit
dapat memprediksi pengelompokkan konsumen ke dalam kelompok pengguna dan
kelompok bukan pengguna kartu kredit selain itu faktor-faktor apa saja yang menjadi
motivasi konsumen untuk menggunakan dan tidak menggunakan kartu kredit.
METODOLOGI PENELITIAN
Metode Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan metode kajian lapangan (field studies) yaitu suatu
kajian ilmiah Non Eksperimental yang secara sistematis mempelajari hubungan atau
korelasi dan menguji hipotesis, serta dilakukan dalam situasi kehidupan nyata
(Kerlinger, 1986).
Jenis dan Sumber Data Penelitian
peneliti menggunakan data gabungan yaitu : data primer
dengan menyebarkan kuesioner kepada konsumen dan data sekunder yang didapat dari
beberapa buku, penelitian sebelumnya, dan dari internet.
ANALISIS DATA
1. uji reliabilitas; untuk mengetahui apakah alat pengumpulan data pada dasarnya
menunjukkan tingkat ketepatan, keakuratan, kestabilan atau konsistensi alat tersebut
dalam mengungkapkan gejala tertentu dari sekelompk individu, walaupun dilakukan
pada waktu yang berbeda. Dalam penelitian ini teknik realibilitas yang digunakan
adalah Alpha Cronnbach
2. uji validitas ; untuk mengetahui apakah alat ukur yang telah disusun benar-benar
mengukur apa yang perlu diukur. Uji validitas berguna untuk menentukan seberapa
cermat suatu alat melakukan fungsi ukurannya. Dalam penelitian ini uji validitas
dilakukan dengan mengkorelasikan masing-masing pertanyaan dengan jumlah skor
untuk masing-masing variabel. Angka korelasi yang diperoleh secara statistic harus
dibandingkan dengan angka kritik tabel korelasi nilai r (product moment). Bila r hitung
> r tabel berarti data tersebut valid dan layak digunakan dalam pengujian hipotesis
penelitian. Dan sebaliknya bila r hitung < r tabel berarti data tersebut tidak valid dan
tidak akan diikutsertakan dalam pengujian hipotesis penelitian
3. uji analisis
faktor ; untuk menentukan faktor-faktor yang memotivasi pemegang kartu kredit
menggunakan kartu kreditnya dan bukan pemegang kartu kredit perlu dilakukan analisis
faktor terhadap variabel-variabelnya. Dalam hal ini analisis faktor juga relevan sebagai
validitas konstruk yang menguji validitas skala secara keseluruhan (Anastasi, 1990).
Analisis faktor merupakan tehnik statistik yang dipakai untuk mengurangi jumlah
variabel yang banyak menjadi seperangkat variabel yang lebih sedikit atau untuk
memahami pola antar hubungan di antara variabel-variabel yang diamati.
KESIMPULAN DAN SARAN
Terdapat tiga kelompok pemakai kartu kredit antara lain kelompok pemakai jarang (1-3
kali), kelompok pemakai sedang (4-6 kali) dan kelompok pemakai sering (lebih dari 6
kali). Dari masing-masing kelompok pemakai kartu kredit, dapat diketahui bahwa
semakin tinggi pendidikan, jabatan dan pengeluaran rumah tangga seseorang maka
semakin tinggi frekuensi pemakaian kartu kreditnya.
Selain itu dapat dilihat faktor-faktor yang mempengaruhi atau memotivasi perilaku
pemegang kartu kredit untuk menggunakan kartu kreditnya. Faktor-faktor tersebut yaitu
faktor keunggulan dan faktor kemudahan.
Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang telah terbentuk bisa dikatakan
dengan gaya hidup masing-masing kelompok. Karena gaya hidup individu itu berbeda dengan individu yang lainnya.
Diposkan oleh Taufik Darmawan blogs di 07.46
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar
http://taufikdarmawan99.blogspot.com/2012/12/jurnal-perilaku-konsumen-dan-review.html
Minggu, 14 Oktober 2012
MARKETING
BAB I
PENGERTIAN, KONSEP, DEFINISI PEMASARAN
DAN MANAJEMEN PEMASARAN
A.PENGERTIAN PEMASARAN
Ada beberapa definisi mengenai pemasaran diantaranya adalah :
a. Philip Kotler (Marketing) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.
b. Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.
c. Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan.
d. Menurut W Stanton pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial.
B.KONSEP PEMASARAN
Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya.
C.MANAJEMEN PEMASARAN
Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangakan manajemen adalah proses perencanaan (Planning), pengorganisasian (organizing) penggerakan (Actuating) dan pengawasan.
Jadi dapat diartikan bahwa Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi.
Kesimpulan :
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran adalah sebagai kegiatan yang direncanakan, dan diorganisasiknan yang meliputi pendistribusian barang, penetapan harga dan dilakukan pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan yang telah dibuat yang tujuannya untuk mendapatkan tempat dipasar agar tujuan utama dari pemasaran dapat tercapai.
BAB II
MACAM-MACAM KONSEP PEMASARAN
I.KONSEP PEMASARAN
Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.
Konsep pemasaran yang telah diungkapkan dengan berbagai cara:
1. Temukan keinginan pasar dan penuhilah.
2. Buatlah apa yang dapat dijual dan jangan berusaha menjual apa yang dapat dibuat.
3. Cintailah pelanggan, bukan produk anda.
4. Lakukanlah menurut cara anda (Burger king)
5. Andalah yang menentukan (United Airlines)
6. Melakukan segalanya dalam batas kemampuan untuk menghargai uang pelanggan yang sarat dengan nilai, mutu dan kepuasan (JC. Penney).
Dalam pemasaran terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu organisasi yaitu : konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, konsep pemasaran sosial, dan konsep pemasaran global.
1. KONSEP PRODUKSI
Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Disini tugas manajemen adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya beli mereka.
2. KONSEP PRODUK
Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Tugas manajemen disini adalah membuat produk berkualitas, karena konsumen dianggap menyukai produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri – ciri terbaik
3. KONSEP PENJUALAN
Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif.
4.KONSEP PEMASARAN
Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.
5. KONSEP PEMASARAN SOSIAL
Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripasda para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.
6. KONSEP PEMASARAN GLOBAL
Pada konsep pemasaran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami semua faktor- faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap. tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan.
BAB III
SISTEM PEMASARAN
A.PENGERTIAN SISTEM PEMASARAN
Sistem adalah sekolompok item atau bagian-bagia yang saling berhubungan dan saling berkaitan secara tetap dalam membentuk satu kesatuan terpadu. Jadi dapat diartikan sistem pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya..
Dalam pemasaran kelompok item yang saling berhubungan dan saling berkaitan itu mencakup :
1. Gabungan organisasi yang melaksanakan kerja pemasaran.
2. Produk, jasa, gagasan atau manusia yang dipasarkan.
3. Target pasar.
4. Perantara (pengecer, grosir, agen transportasi, lembaga keuangan).
5. Kendala lingkungan (environmental constraints).
Sistem pemasaran yang paling sederhana terdiri dari dua unsur yang saling berkaitan, yaitu organisasi pemasaran dan target pasarnmya. Unsur-unsur dalam sebuah sistem pemasaran serupa dengan unsur-unsur yang ada pada sistem radio stereo. Bekerja secara terpisah, tetapi pada waktu dipertemukan secara tepat.
B. Macam – Macam Sistem Pemasaran
a. Sistem pemasaran dengan saluran vertikal
Pada sistem ini produsen, grosir, dan pengecer bertindak dalam satu keterpaduan.
Tujuan :
§ Mengendalikan perilaku saluran
§ Mencegah perselisihan antara anggota saluran
b. Sistem pemasaran dengan saluran horizontal
Pada sistem ini, ada suatu kerjasama antara dua atau lebih perusahaan yang bergabung untuk memanfaatkan peluang pemasaran yang muncul.
c. Sistem pemasaran dengan saluran ganda
Pada sistem ini beberapa gaya pengeceran dengan pengaturan fungsi distribusi dan manajemen digabungkan, kemudian dari belakang dipimpin secara sentral.
C. Lingkungan Sebuah Sistem Pemasaran
a. Lingkungan makro ekstern.
Lingkungan makro tersebut ialah:
a. Demografi (kependudukan).
b. Kondisi ekonomi.
c. Teknologi.
d. Kekuatan sosial dan budaya.
e. Kekuatan politik dan legal.
f. Persaingan.
b. Lingkungan mikro eksternal
a. Pasar (market)
b. Pemasok
c. Pialang (marketing intermediaries)
c. Lingkungan Non- – Pemasaran Intern
Kekuatan non – pemasaran lainnya adalah lokasi perusahaan, ketangguhan bagian penelitian dan pengembangan. Kekuatan intern bersifat menyatu (interest) dalam organisasi dan dikendalikan oleh manajemen.
BAB IV
STRATEGI PEMASARAN
A. Pengertian Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran adalah pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan. Dalam strategi pemasaran, ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan strategi dalam pemasaran yaitu :
1. Daur hidup produk
Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran.
2. Posisi persaingan perusahaan di pasar
Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar.
3. Situasi ekonomi
Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi dan pandangan kedepan, apakah ekonomi berada dalam situasi makmur atau inflasi tinggi.
B. Macam-Macam Strategi Pemasaran
macam strategi pemasaran diantaranya:
1. Strategi kebutuhan primer
Strategi-strategi pemasaran untuk merancang kebutuah primer yaitu:
1. Menambah jumlah pemakai dan
2. Meningkatkan jumlah pembeli.
2. Strategi Kebutuhan Selektif
Yaitu dengan cara :
a. Mempertahankan pelanggan misalnya:
1. Memelihara kepuasan pelanggan;
2. Menyederhanakan proses pembelian;
3. Mengurangi daya tarik atau jelang untuk beralih merk;
b. Menjaring pelanggan (Acquistion Strategier)
1. Mengambil posisi berhadapan (head – to heas positioning)
2. Mengambil posisi berbeda (differentiated positin)
Secara lebih jelas, strategi pemasaran dapat dibagi kedalam empat jenis yaitu:
1. Merangsang kebutuhan primer dengan menambah jumlah pemakai.
2. Merangsang kebutuhan primer dengan memperbesar tingkat pembelian.
3. Merangsang kebutuhan selektif dengan mempertahankan pelanggan yang ada.
4. Merangsang kebutuhgan selektif dengan menjaring pelanggan baru.
C. Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda. Atau segmentasi pasar bisa diartikan segmentasi pasar adalah proses pengidentifikasian dan menganalisis para pembeli di pasar produk, menganalisia perbedaan antara pembeli di pasar.
1. Dasar-dasar dalam penetapan Segmentasi Pasar
Dalam penetapan segmentasi pasar ada beberapa hal yang menjadi dasarnya yaitu:
1. Dasar – dasar segmentasi pasar pada pasar konsumen
a. Variabel geografi, diantaranya : wilayah, ukuran daerah, ukuran kota, dan kepadatan iklim.
b. Variabel demografi, diantaranya : umur, keluarga, siklus hidup, pendapatan, pendidikan, dll
c. Variabel psikologis, diantaranya :kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian.
d. Variabel perilaku pembeli, diantaranya : manfaat yang dicari, status pemakai, tingkat pemakaian, status kesetiaan dan sikap pada produk.
2. Dasar – dasar segmentasi pada pasar industri
a. Tahap 1: menetapkan segmentasi makro, yaitu pasar pemakai akhir, lokasi geografis, dan banyaknya langganan.
b. Tahap 2: yaitu sikap terhadap penjual, ciri – ciri kepribadian, kualitas produk, dan pelanggan.
2. Syarat segmentasi Pasar
Ada beberapa syarat segmentasi yang efektif yaitu :
a. Dapat diukur
b.Dapat dicapai
c. Cukup besar atau cukup menguntungkan
d.Dapat dibedakan
e. Dapat dilaksanakan
3. Tingkat Segmentasi Pasar
Karena pembelian mempunyai kebutuhan dan keinginan yang unik. Setiap pembeli, berpotensi menjadi pasar yang terpisah. Oleh karena itu segmentasi pasar dapat dibangun pada beberapa tingkat yang berbeda.
a. Pemasaran massal
Pemasaran massal berfokus pada produksi massal, distribusi massal, dan promosi massal untuk produk yang sama dalam cara yang hampir sama keseluruh konsumen.
b. Pemasaran segmen
Pemasarn segmen menyadari bahwa pembeli berbeda dalam kebutuhan, persepsi, dan perilaku pembelian.
c. Pemasaran ceruk
Pemasaran ceruk (marketing niche) berfokus pada sub group didalam segmen-segmen. Suatu ceruk adalah suatu group yang didefiniskan dengan lebih sempit.
d. Pemasaran mikro
Praktek penyesuaian produk dan program pemasaran agar cocok dengan citarasa individu atau lokasi tertentu. Termasuk dalam pemasaran mikro adalah pemasaran lokal dan pemasaran individu.
4. Manfaat Segmentasi Pasar
Sedangakan manfaat dari segmentasi pasar adalah:
a. Penjual atau produsen berada dalam posisi yang lebih baik untuk memilih kesempatan- kesempatan pemasaran.
b. Penjual atau produsen dapat menggunakan pengetahuannya terhadap respon pemasaran yang berbeda-beda, sehingga dapat mengalokasikan anggarannya secara lebih tepat pada berbagai segmen.
c. Penjual atau produsen dapat mengatur produk lebih baik dan daya tarik pemasarannya
D. Menentukan Pasar Sasaran
Langkah-langkah dalam menetukan pasar sasaran yaitu :
1. Langkah pertama
Menghitung dan menilai potensi keuntungan dari berbagai segmen yang ada
2. Langkah kedua
Mencatat hasil penjualan tahun lalu dan memperkirakan untuk tahun yang akan datang.
BAB V
PERILAKU KONSUMEN
A. Pengertian Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan individu yang melibatkan pembelian penggunaan barang dan jasa termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut sebagai pengalaman dengan produk, pelayanan dari sumber lainnya.
B. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah :
1. Faktor kebudayaan
Faktor kebudayaan meliputi :
a. Budaya : faktor-faktor budaya memberikan pengaruhnya paling luas pada keinginan dan perilaku konsumen. Budaya (culture) adalah penyebab paling mendasar teori keinginan dan perilaku seseorang.
b. Subbudaya : setiap kebudayaan mengandung sub kebudayaan yang lebih kecil, atau sekelompok orang yang mempunyai sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang sama. Sub kebudayaan meliputi: kewarganegaraan, agama, ras, dan daerah gegrafis.
c. Kelas sosial : hampir setiap masyarakat memiliki beberapa bentuk struktur kelas sosial. Kelas-kelas sosial adalah bagian-bagian masyarakat yang relatif permanen dan tersusun rapi yang anggota-anggotanya mempunyai nilai-nilai, kepentingan dan perilaku yang sama.
Perilaku konsumen juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta aturan dan status sosial konsumen. Disini keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat. Keputusan orang ingin membeli juga dipenggaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap siklus hidup, pekerjaan, situasi ekonomui, gaya hidup dan kepribadian serta konsep diri.
Selain dari beberapa faktor diatas yang mempengaruhi perilaku konsumen juga dipengaruhi juga oleh faktor-faktor psikologis seseorang, yang meliputi motivasi, persepsi, pengetahuan dan keyakinan serta sikap.
C. Proses Pengambilan Keputusan Pembeli
a. Proses Pengambilan Keputusan Pembeli Terhadap produk Baru
Sebuah produk baru adalah barang, jasa, atau ide yang dianggap baru oleh pembeli potensial. Terkadang produk yang beredar dipasaran telah lama ada, disini konsumen dapat membuat keputusan untuk menerima / mengadopsinya. Proses adopsi adalah proses mental yang dilalui seseorang, mulai dari pengenalan pertama sampai pada penerimaan / adopsi final.
Tahap-tahap proses adopsi:
1. Sadar : konsumen menjadi sadar akan adanya produk baru, tetapi kekurangan informasi mengenainya.
2. Tertarik : konsumen akan menjadoi tertarik untuk mencari informasi mengenai produk baru.
3. Evalusi : konsumen harus mempertimbangkan apakah produk baru tersebut masuk akal atau tidak untuk dikonsumsi.
4. Mencoba : konsumen mencoba produk baru tersebut dalam skala kecil untuk meningkatkan perkiraan nilai produk tersebut.
5. Adopsi : konsumen memutuskan secara penuh dan teratur menggunakan produk baru tersebut.
b. Tipe-Tipe Perilaku Membeli
Ada empat tipe perilaku membeli, yaitu :
a. Perilaku pembelian yang kompleks
Disini konsumen mengakui keterikatan yang tinggi dalam proses pembeliannya, harga produk tinggi, jarang dibeli, memiliki resiko yang tinggi. Perilaku konsumen melalui proses tiga langkah, yaitu: pertama, mengembangkan keyakinan tentang produk tersebut. Kedua, membangun sikap, dan ketiga melakukan pilihan.
b. Perilaku pembelian yang mengurangi ketidakefisienan
Disini konsumen mengalami keterlibatan tinggi akan tetapi melihat sedikit perbedaan, diantara merek-merek. Konsumen mengunjungi beberapa tempat untuk mencari yang lebih cocok.
Perilaku pembelian karena kebiasaan
Disini konsumen rendah sekali dalam proses pembelian karena tidak ada perbedaan nyata diantara berbagai merek dan harga barang relatif rendah
Perilaku pembelian yang mencari keragaman
Disini keterlibatan konsumen yang rendah akan dihadapkan pada berbagai pemilihan merek.
c. Tahap-Tahap Proses Membeli
Tahap-tahap dalam proses membeli mwliputi :
a. Pengenalan kebutuhan/masalah
Disini orang yang akan memasarkan produk meneliti mengenai apa yang dibutuhkan, apa yang menyebabkan semua itu muncul dan mengapa seseorang membutuhkan sesuatu. Seorang pemasar akan mengenalkan pada konsumen agar lebih tertarik.
b. Pencarian informasi
Sumber informasi konsumen terbagi dalam empat kelompok, yaitu :
1. Sumber pribadi, meliputi: keluarga, teman-teman, tetangga, dan kenalan.
2. Sumber niaga, meliputi : periklanan, petugas penjualan, penjual kemasan dan pemajangan.
3. Sumber umum, meliputi : media massa dan organisasi konsumen.
4. Sumber pengalaman, meliputi: pernah menangani, menguji, dan mempergunakan produk.
c. Pencarian alternatif
Terdapat lima konsep dasar bagi pemasar dalam penilaian alternatif konsumen, yaitu :
Sifat-sifat produk, apa yang menjadi ciri-ciri khusus dan perhatian konsumen terhadap produk atau jasa tersebut.
Pemasar lebih memperhatikan pentingnya ciri-ciri produk daripada penonjolan Ciri-ciri produk.
Kepercayaan konsumen terhadap ciri merek yang menonjol
Fungsi kemanfaatan, yaitu bagaimana konsumen mengharapkan kepuasan yang diperoleh dari produk dengan tingkat alternatif yang berbeda-beda setiap hari
Bagaimana prosedur penilaian yang dilakukan konsumen dari sekian banyak ciri-ciri barang.
d. Keputusan membeli
Ada dua faktor yang menyebabkan seseorang mengambil keputusan untuk
membeli, yaitu :
Sikap orang lain : keputusan membeli itu banyak dipengaruhi oleh teman-teman, tetangga, atau siapa saja yang dipercayai
Faktor-faktor situasi yang tidak terduga : seperti faktor harga pendapatan
http://majidbsz.wordpress.com/2008/06/30/pengertian-konsep-definisi-pemasaran/
Langganan:
Postingan (Atom)